| by admin | No comments

Masih Bingung Perihal NKRI Syariah. Ini Penjelasan Dari Ustad Haikal Hassan

Berita Terbaru – Ketua PA 212 Haikal Hassan menerangkan rumusan NKRI syariah yang ada dalam Ijtima Ulama IV cuma arti. Pancasila serta UUD 1945 masih jadi basic negara yang resmi.”Itu hanya arti. Jangan jadi mentang-mentang NKRI bersyariah terus Pancasila hilang begitu, ya tidak. UUD 45 ilang? Ya enggaklah,” kata Haikal selesai hadiri acara silaturahim serta dialog tokoh bangsa mengenai Pancasila di Jakarta, Senin. “Itu arti mbok ya kita itu patuh pada Allah SWT. Tetep jadi bangsa Indonesia, tetapi patuh pada syariah Allah SWT, benar?” sambungnya.

Masih Bingung Perihal NKRI Syariah. Ini Penjelasan Dari Ustad Haikal Hassan

Menurutnya, NKRI telah bersyariah ini diperlihatkan terdapatnya instansi syariah, ketentuan syariah, serta yang lain.”NKRI bersyariah, iya dong, masak tidak bersyariah. Apa kamu tidak rasakan, ini hari kita telah bersyariah. Ada bank syariah, ada pembiayaan syariah, pernikahan langkah syariah,” katanya.Saat diberi pertanyaan apa arti NKRI bersyariah berlawanan dengan Pancasila, dengan tegas dia menjawab tidak.

“Tidak ada dong. Tidak ada berlawanan,” tutur Haikal.Waktu diberi pertanyaan masalah makna menjaga jarak dalam butir pertama rumusan Ijtima Ulama IV apa bermakna tidak mengaku pemerintahan sekarang, Haikal menerangkan makna kata menjaga jarak jadi kata oposisi bukan tidak mengaku pemerintahan sekarang.”Bukan tidak mengaku, jangan salah. Coba baca lagi kalimatnya, jaga jarak. Mengapa menjaga jarak, sebab kita masih milih oposisi. Tolong menjaga jarak disimpulkan jadi oposisi,” tuturnya.

Mengenai isi butir pertama Ijtima Ulama IV yaitu “Menampik kekuasaan yang zalim, dan ambil jarak dengan kekuasaan itu”.Menurut Haikal, jaga jarak dalam butir pertama rumusan Ijtima Ulama IV juga bisa disimpulkan memonitor.”Jika ada di tidak dapat. Translate-nya itu, bukan tidak mengaku, kalau tidak mengaku bagaimana kita merdeka, waktu kita dapat berdiri dengan sendiri, bukan demikian,” kata Haikal.

Tidak hanya Haikal, acara Silaturahii serta Dialog tokoh bangsa serta tokoh agama yang diadakan Kemhan RI serta Komunitas Rekat Anak Bangsa, didatangi oleh Wakil Presiden Ke-6 RI Try Sutrisno, Rachmawati Soekarnoputri, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Salahuddin Wahid (Gus Solah) dan beberapa ulama serta beberapa petinggi Kemhan. Awalnya, Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Sholahudin Wahid atau Gus Solah menjelaskan tidak memerlukan arti NKRI bersyariah sebab syariat Islam masih jalan di Indonesia. Syariat Islam jalan kok di Indonesia tanpa ada rumusan NKRI bersyariah. Tanpa ada arti syariah, syariat Islam jalan jadi tidak memerlukan arti itu,” kata Gus Solah.

Leave a Reply