| by admin | No comments

Nama Indonesia Kembali Harum Lagi Di Kompetisi Kelas Internasional Bidang Informatika

Berita Terbaru – Menyosong peringatan hari lahirnnya indonesia kita, Team Olimpiade Computer Indonesia 2019 lagi lagi mengharumkan nama indonesia di kompetisi internasipnal bidang komputer. Empat siswa SMA utusan Indonesia persembahkan satu medali emas, dua medali perak serta satu medali perunggu pada arena “International Olympiad in Informatics (IOI)” ke-31 di Baku, Azerbaijan, pada tanggal 4-11 Agustus 2019. Siswa perwakilan Indonesia terbagi dalam : 1. Abdul Malik Nurrokhman, SMA Semesta Semarang (1 Emas) 2. Vincent Ling, SMA Pribadi Bandung (1 Perak) 3. R. Fausta Anugrah Dianparama, SMAN 1 Yogyakarta (1 Perak) 4. Moses Mayer, SMA Jakarta Intercultural School (1 Perunggu)

Nama Indonesia Kembali Harum Lagi Di Kompetisi Kelas Internasional Bidang Informatika

Dalam dua hari laga yang diadakan, Abdul Malik Nurrokhman (Amnu) sukses mendapatkan nilai 435,43 tempati posisi 16 dari 327 peserta serta sukses mendapatkan medali Emas. Amnu sukses tingkatkan prestasinya di tahun 2018 yang saat itu mendapatkan medali perak. Fausta, mendapatkan nilai 344,17 ada di tempat 68 serta sukses mendapatkan medali Perak.

Vincent, mendapatkan nilai keseluruhan 333,77 tempati ranking 77 serta sukses mendapatkan medali Perak, sedang Moses Mayer, mendapatkan nilai keseluruhan 284,19 tempati rangking 128 serta sukses mendapatkan medali Perunggu. IOI ke-31 ini dibarengi oleh 327 peserta dari 87 negara. Nilai paling tinggi dalam persaingan ini (Absolute Winner) dicapai oleh Benjamin Qi dari Amerika Serikat yang sukses mendapatkan nilai keseluruhan 547,09 dari keseluruhan nilai 600 yang dapat dicapai dalam dua hari laga. Ada 163 medali dialokasikan dalam IOI ke 31 ini, dengan ditribusi Medali emas sekitar 28 buah (untuk nilai di atas 414,75), medali perak 28 buah (untuk nilai di atas 329,18) serta ada 54 medali perunggu yang diberikan untuk peserta yang mendapatkan nilai di atas 250,19. Republik Federasi Rusia sukses mendapatkan gelar juara umum dengan kumpulkan 4 medali emas. Sedang Indonesia, dengan rangking dunia tempati tempat ke 10 antara semua negara peserta.

Indonesia bisa menjadi tuan-rumah arena IOI ke 34 pada tahun 2022 serta APIO 2020 mendatang. Perolehan tahun ini dengan automatis bisa menjadi penyebab semangat semua team untuk terus tingkatkan kualitas seleksi serta proses pembinaan beberapa siswa, hingga nanti tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan IOI 2022, tentu saja diinginkan akan dibarengi juga dengan sukses dalam prestasi siswa. Rombongan Team Indonesia datang kembali pada tanah air di hari Senin, 12 Agustus 2019 Soekarno Hatta – Jakarta serta diterima langsung Direktur Pembinaan SMA Purwadi Sutanto serta Kasubdit Peserta Didik Juandanilsyah. “Apa yang dicapai beberapa siswa ini bukan gampang, mereka sudah melalui rangkaian episode melelahkan dari mulai kursus harian, tes bulanan, camp olimpiade yang diselenggarakan baik oleh sekolah atau pemerintah. Diluar itu, yang tentu ialah ketekunan serta semangat jadi juara dari mereka sendiri,” tutur Ujang Irpan pendamping team olimpiade dari SMA Semesta Semarang.

Hal seirama dikatakan Karunia Hidayat, Kepala Sekolah SMA Pribadi Bandung yang ikut menyongsong siswanya di Lapangan terbang Soetta, Jakarta. “Kami anggap beberapa siswa wajar memperoleh medali internasional sebab mereka type siswa yang mempunyai renjana dengan computer. Pelajaran computer di sekolah kami diberi dengan ikuti standard evaluasi biasanya. Namun pemenuhan materi untuk siswa olimpiade sekolah memberi program monitoring serta program kursus dibawah koordinator olimpiade,” jelas Hidayat. “Tentu saja ini bisa menjadi satu motivasi yang besar bukan sekedar untuk siswa yang berada di SMA Semesta dan juga untuk ke semua pelajar yang berada di Indonesia supaya mereka dapat semakin berprestasi lakukan beberapa hal yang positif serta tentu saja kelak akan memberi nama baik pada Indonesia,” berharap Ujang.

Leave a Reply