| by admin | No comments

Setelah Industri Tekstil, Kini PHK Masal Mulai Grogoti Industri Elektronik

Berita Terbaru – Intimidasi pemutusan jalinan kerja ( PHK) menimpa kembali pada bidang industri manufaktur. Sesudah industri tekstil sekarang industri elektronik yang terserang. Seperti yang dihadapi PT Foster Electronic Indonesia serta PT Unisem Batam yang berdiri di lokasi industri Batamindo Industrial Park, Muka Kuning, Batam. Awalannya pada bulan Agustus lalu ada seputar 1.500 pegawai Unisem Batam sekarang terancam kehilangan mata pencaharian, sebab perusahaan akan tutup.

Setelah Industri Tekstil, Kini PHK Masal Mulai Grogoti Industri Elektronik

Tetapi berdasar publikasi Koran Tribun Batam (16/8/2019), PT Unisem ambil kebijaksanaan untuk kurangi jumlahnya pegawai dari yang sebelumnya sejumlah 1.505 pegawai jadi seputar 800 pegawai pada September 2019 akan datang. Dalam surat yang diperuntukkan semua pegawai PT Unisem pada 28 Juni 2019 lalu, Presiden Direktur PT Unisem, Mike McKerreghan menerangkan PT Unisem serta Unisem BHD sudah putuskan untuk hentikan operational perusahaan. Meskipun akhir-akhir ini investasi lumayan banyak dikerjakan, tetapi ketetapan susah ini harus diambil berkenaan prospek usaha semenjak kuartal III-2018 terus lebih buruk serta penghasilan terus menenerus turun. “Dengan ketidakpastian keadaan perdagangan dunia, kecil keinginan jika penghasilan PT Unisem Batam akan cukup lebih baik di tahun 2019, hingga mengakibatkan ketetapan yang susah ini harus diambil,” bunyi surat Mike McKerreghan seperti dikutip Kontan.

Nasib pegawai yang terkena PHK Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) minta pemerintah supaya memerhatikan nasib pegawai-pegawaibekas PT Unisem Batam yang alami Pemutusan Jalinan Kerja (PHK) serta meneruskan pekerjaan di bidang informal. Ketua Departemen Komunikasi serta Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Kahar S. Cahyono, menerangkan bekas pegawai yang alami PHK oleh PT Unisem Batam biasanya telah kerja sepanjang 24 tahun serta berumur paruh baya hingga kemungkinan akan meneruskan pekerjaan di sektor-sektor informal. “Masuk mendaftarkan kerja ke perusahaan akan sulit sebab mereka (perusahaan) mintanya yang fresh graduate,“ tutur Kahar.

KSPI mengharap pemerintah dapat membuat kebijaksanaan yang lebih protektif buat bekas pegawai PT Unisem Batam atau pegawai-pegawaikorban PHK yang lain yang meneruskan pekerjaan di bidang informal. Diluar itu, Kahar merekomendasikan supaya pemerintah memberi keringanan akses mengajukan credit buat pegawai-pegawai korban PHK yang mengawali usaha mandiri. “Selama ini kan mereka (pegawai yang alami PHK) kan bertanding sendirian, demikian pesangonnya habis ya kesusahan ,“ tutur Kahar. Direktur Industri Elektronika serta Telematika Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Janu Suryanto menerangkan untuk Unisem sekarang belum tutup. Menurutnya, ke-2 perusahaan yang ada di lokasi industri Batam, digenggam Menko Maritim. Dengan faksi Kemenko, karena itu Kemenperin aktif berjumpa dengan pemilik Unisem.

Janu mengatakaan. sektor bisnis Unicem mencakup packaging serta testing wafer, untuk selanjutnya diproses jadi Chip. Menurut dia keinginan mobil turun, jadi chip untuk produk Unisem turut berimbas. “Untuk Unisem, kita sedang usaha mencari investor strategis, mencari mungkin buyer untuk produk produk Unisem,” kata Janu. Sedang untuk Foster Electronic faksi Kemenperin belum mengetahui sebabnya. “Kami akan selekasnya cari beritanya,” lebih ia. (Eldo Christoffel Rafael)

Leave a Reply