| by admin | No comments

Pemenang Mis Grand Tahun Lalu Kembali Bicarakan Masalah Hadiah Yang Belum Di Terimannya

Berita Terbaru – Ditengah-tengah gemerlapnya malam pengukuhan Miss Grand Indonesia 2019, drama di antara faksi pelaksana serta juara tahun kemarin, Nadia Purwoko, berkaitan pemberian hadiah nyatanya belum selesai. Sesudah sempat mengobral permasalahan itu Juni lalu melalui sosial media, Nadia Purwoko lagi lagi ungkit permasalahan itu dalam satu video di account YouTube pribadinya. Video itu diupload pada Rabu (28/8/2019) atau satu hari sebelum penyelenggaraan malam final Miss Grand Indonesia 2019.

Pemenang Mis Grand Tahun Lalu Kembali Bicarakan Masalah Hadiah Yang Belum Di Terimannya

“Sampai detik ini saya belum terima hadiah apartemen saya. Saya pun tidak terima uang fee job sepanjang saya memegang Miss Grand Indonesia 2018. Saya tidak terima upah bulanan yang mereka janjikan,” papar Nadia. Telah berkali-kali dia mengontak faksi Miss Grand Indonesia berkaitan haknya, tetapi tidak sudah pernah mendapatkan tanggapan. Miss Grand Indonesia diadakan oleh Yayasan Dharma Gantari dengan Dikna Faradiba jadi National Director-nya. “Jika juga ada tanggapan, jawabannya ngambang. Tidak ada konklusinya,” kata Nadia.

Dia lalu bercerita sudah sempat ada titik jelas. Sesudah hilang kontak, faksi pelaksana pada akhirnya mengontak Nadia untuk menginfokan pekerjaan yang perlu dilaksanakannya jadi Miss Grand Indonesia 2018. Pekerjaan itu ialah hadiri peresmian desa binaan BCA, sebagai faksi sponsor saat itu, di Bangka Belitung pada April 2019. “Saya katakan oke, saya ingin pekerjaan, tetapi bagaimana dengan hak-hak saya. Hingga kemudian berbuntut tiga faksi berjumpa, yakni saya serta keluarga, national director serta team Miss Grand Indonesia, dan faksi BCA,” papar Nadia yang memenangi gelar Miss Grand Indonesia 2018 jadi perwakilan Propinsi Bengkulu.

Dari pertemuan itu, faksi sponsor pada akhirnya tahu Nadia belum terima hadiah yang dijanjikan. Bukti lain tersingkap jika laporan pertanggung jawaban dana sponsor menyebutkan terdapatnya apartemen untuk Nadia. “Nahasnya, hadiah apartemen telah dicatat dengan resmi di laporan pemakaian dana sponsor Miss Grand Indonesia. Disana tercatat jelas jika juara satu memperoleh apartemen serta laporan itu sudah diberikan oleh faksi pelaksana pada BCA,” papar Nadia.

BCA disebutkan Nadia benar-benar sedih sebab laporan itu tidak cocok bukti. Pertemuan yang diinisiasi oleh BCA itu lalu berbuntut persetujuan jika Nadia akan terima apartemen itu sebelum pergi ke Bangka Belitung. Bukan apartemen yang didapatkan, justru surat dari faksi pelaksana berkaitan kriteria baru untuk mengaku haknya. Nadia disebutkan harus lebih dulu tanda-tangani surat Kesepakatan Pengikatan Jual Beli (PPBJ) serta hadiah akan diberi sesudah acara BCA.

Sebab tidak cocok persetujuan, karena itu Nadia gagal hadiri pekerjaan di Bangka. Dari sana, komunikasi di antara Nadia serta faksi Miss Grand Indonesia kembali putus. Dia telah berupaya mengontak mereka, tetapi tidak ada tanggapan. “Sesudah apa yang saya kerjakan semua, saya pikir faksi pelaksana tidak mempunyai niat baik untuk penuhi hak-hak saya. Hak-hak saya dimana saya tidak meminta lebih. Hak-hak yang sesuai dengan mereka janjikan. Mereka menghindarkan keharusan mereka. Ini satu hal yang benar-benar saya menyayangkan,” kata Nadia.

Melalui video itu, Nadia ungkap masalah surat kontrak berkaitan keharusan Nadia pada Miss Grand Indonesia jika memenangi arena Miss Grand International 2018 di Myanmar. Surat itu baru diterimanya beberapa waktu mendekati malam final. “Dalam kontrak itu, didalamnya mengatakan jika Miss Grand Indonesia menang di Miss Grand International karena itu faksi Miss Grand Indonesia memiliki hak atas demikian % atas kemenangan saya,” papar ia.

Nadia tidak mempersoalkan potongan itu seandainya pelaksana Miss Grand Indonesia penuhi kewajibannya masalah hadiah yang terlambat itu. Di Miss Grand International 2018, Nadia keluar jadi juara III. Untuk ikuti Miss Grand International 2018, Nadia akui sudah mengorbankan beberapa hal. Mulai keluar dari kerjaannya dalam suatu firma hukum sampai tunda studi S2 di Belanda yang telah dibayar lunas.

Saat Nadia mengungkit permasalahan ini Juli lalu, Wartawan telah coba mengontak Dikna Faradiba. Tetapi, sampai sekarang, belumlah ada tanggapan dari juara Putri Pariwisata Indonesia 2015 itu. Tahun ini, gelar Miss Grand Indonesia jatuh ke tangan perwakilan Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sarlin Jones. Malam final yang diadakan di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (29/8/2019), berjalan tanpa ada kedatangan Nadia. Berlainan dari tahun awalnya, hadiah yang memiliki hak didapatkan juara Miss Grand Indonesia 2019 tidak dipublikasikan waktu acara.

Leave a Reply