| by admin | No comments

Rintangan Yang Menantang Buat Para Devloper Projek Pemindahan Ibu Kota

Berita Terbaru – Presiden Joko Widodo putuskan pembangunan infrastruktur jadi satu diantara konsentrasi pemerintah dalam lima tahun ke depan. Project paling ambisius yang akan ditangani pemerintah yaitu perpindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Dua kabupaten di propinsi itu, yaitu Kutai Kertanegara serta Penajam Paser Utara, sudah diambil jadi tempat ibu kota baru. Pemerintah akui tidak dapat bergerak sendiri untuk meningkatkan lokasi ibu kota yang direncanakan memerlukan tempat seluas 180.000 hektar itu. Terhitung dalam soal permodalan yang direncanakan menelan budget sebesar Rp 466 triliun. Demikian perihal dengan pengaturan masterplan atau muka ibu kota baru. Ditambah lagi, keperluan budget itu disebutkan belum final.

Rintangan Yang Menantang Buat Para Devloper Projek Pemindahan Ibu Kota

Bahkan juga, Menteri Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan ada kekuatan pergantian budget sebab bergantung dari design yang akan ditingkatkan. ” Ibu kota baru ini bisa menjadi satu rintangan besar buat perancang Indonesia, arsitek serta urban designer. Diluar itu, ini akan tunjukkan pada seluruh pihak bagaimana meningkatkan satu kota dengan ide smart, green, beautiful serta sustainable di Indonesia,” kata Basuki di Jakarta, Kamis (12/9/2019). Pemerintah, ucap ia, tidak betul-betul mengawali gagasan perpindahan ibu kota ini dari pertama. Jadi bahan analisis atas gagasan ini, pemerintah memahami beberapa pengalaman dari negara lain seperti Malaysia dengan Putrajaya, Brasilia City di Brazil, Astana di Kazakhstan, serta Canberra di Australia. Jadi langkah pertama untuk membuat design basic ibu kota, pemerintah akan mengadakan sayembara. Penerapan sayembara dikerjakan dalam dua step, yakni pada tingkat nasional serta internasional.

Sembilan dewan juri yang terdiri atas akademisi, pegiat, dan pemerintah diikutsertakan dalam proses penelusuran design paling baik. Basuki juga mengharap untuk sayembara tingkat nasional bisa dikerjakan sekurang-kurangnya dalam tiga bulan ke depan. “Kebanyakan orang bisa turut, bahkan bisa saja beberapa ratus peserta dapat berperan. Dari sana akan diambil tiga yang paling baik oleh juri,” kata Basuki.

Tiga design paling baik selanjutnya dipadukan jadi satu basic design untuk dikompetisikan kembali pada tingkat internasional. Seterusnya, beberapa perancang luar negeri membuat perancangan baru dengan jadikan hasil juara sayembara pada tingkat nasional jadi acuannya. “Orang Indonesia itu kan ada yang beraksi di luar. Dari ke-3 design dikerjakan sayembara serta di internasional tidak dapat bebas memastikan design sebab basisnya gunakan yang ke-3 itu,” jelas Basuki.

Selain itu, Kepala Tubuh Peningkatan Infrastruktur Daerah (BPIW) Hadi Sucahyono mengutarakan, beberapa juri yang terjebak dalam sayembara ini, sejumlah besar mempunyai latar arsitek. Mereka tidak cuma memandang, dan juga memastikan termin of reference (TOR) berdasar ide yang sudah dipunyai pemerintah sampai time table atas tiap tingkatan sayembara. “Yang pasti konsentrasi ke arsitek semakin besar, sebab membuat ibu kota bukan sekedar urban rencana dan juga urban design. Itu konsentrasi arsitek terdapatnya disana,” kata Hadi.

Mengenai Ketua Umum Ikatan Pakar Perencana (IAP) Bernardus Djonoputro menjelaskan, sayembara ibu kota design adalah hal yang lumrah dikerjakan saat ide mengalihkan ibu kota atau membuat satu kota baru ada. Dengan dibukanya peluang buat juri serta peserta di luar negeri untuk berperan serta dalam pekerjaan ini, menurutnya, dapat jadi peluang buat perencana lokal untuk bekerjasama. “Sebab produk rencana itu bukan karya seseorang, tapi multi sektoral, produk team. Pekerjaan perencana ialah kumpulkan keahlian-keahlian seperti sosiologi, pertanahan, geologi, geografi, semua jenis, sekaligus juga membuat persetujuan politik,” papar Bernie.Saat yang sama, dia mengharap, pemerintah bisa memberi akses yang luas buat perencana pada beberapa data yang diperlukan dalam membuat design ibu kota baru. Dari mulai data spasial, peta administrasi, peta hak pengendalian (HPL) serta hak untuk usaha (HGU), sampai status pemilikan tiap tempat yang akan dipakai.

“Sebab ini tidaklah terlalu gampang baik itu data spasial yang terbaru, yang paling legal, yang paling tajam dengan peta-peta sektoral,” cetus Bernie. Hal-hal lain, dia mengharap, pemerintah bisa memberi perhatian pada beberapa juara sayembara pada tingkat nasional. Sekurang-kurangnya, dengan memberi kompensasi atas karya mereka. Menurut Bernie, sayembara adalah satu diantara serangkaian proses dari tender yang lebih diketahui dengan panggilan beauty contest. Tentu saja, proses tender itu mempunyai susunan keuangan yang semenjak awal sudah dianggarkan dalam suatu project pekerjaan. “Kompensasi harus diserahkan kepada tiga juara tingkat Nasional. Di rutinitas persaingan internasional, inspirasi yang masuk itu dikasih kompensasi agar dapat naik ke next level,” selesai Bernie.

Leave a Reply