| by admin | No comments

2 Faktor Kenapa Liverpool Bisa Tumbangkan Manchester City Di Akhir Pekan Nanti

Berita Terbaru – Secara historis, Liverpool serta Manchester City tidak terlibat persaingan panas. Liverpool condong bentrok dengan Everton serta Manchester City, atau Manchester City senantiasa terlibat dalam kompetisi seru dengan Manchester United.

2 Faktor Kenapa Liverpool Bisa Tumbangkan Manchester City Di Akhir Pekan Nanti

Tetapi, sepanjang dua musim paling akhir, tidak terpungkiri jika duel Liverpool Versus Manchester City ialah laga paling intens di negeri ratu elizabeth itu. Dua team cemerlang yang berkompetisi seru memperbutkan tempat pucuk Premier League. Ke-2 club di pimpin oleh dua manager paling baik di dunia, Jurgen Klopp serta Pep Guardiola.

Tiap laga Liverpool kontra Manchester City sepanjang dua musim paling akhir jadi tontonan yang hebat. Baik waktu The Reds menang 4-3 di Anfield, dimana Liverpool akhiri rekor tidak terkalahkan City. Atau 2-1 di Etihad musim kemarin yang penting dalam usaha City merampas kembali tempat pucuk klassemen. Saat ini, Manchester City ketinggalan enam point di belakang The Reds, ke-2 team akan berjumpa di Anfield di akhir minggu ini.

Jurgen Klopp serta anak buahnya akan berupaya untuk perpanjang keunggulan mereka di pucuk. Sedang Pep Guardiola serta teamnya akan berusaha semaksimal mungkin mempersingkat jarak dengan sang lawan. Situs Sportskeeda jagokan Liverpool akan memenangkan duel. Apa faktanya?

Yang pertama adalah Keangkeran Anfield

Akhir kali Liverpool kalah di Anfield di Liga Premier ialah pada 23 April 2017, saat Crystal Palace menaklukkan The Reds. Telah 862 team bimbingan Jurgen Klopp tidak tersentuh di stadion kandang legendaris mereka.

Ini ialah rekor yang fenomenal, tidak ada team lain di Inggris yang menyamainya. Manchester City, di lain sisi, kalah di kandang dari Wolves cuma beberapa minggu kemarin. Pekerjaan yang ditemui Pep Guardiola serta anak buahnya sangat berat. Anfield ialah stadion yang diketahui sebab situasinya, seringkali dilukiskan jadi “neraka” oleh team serta manager musuh.

Guardiola tahu semua mengenai ini, sama dengan tahun 2018, Liverpool yang akhiri rekor tidak terkalahkan teamnya di Liga Premier di Anfield, dalam laga dimana Cityzens kalah 1-4. Di Liga Champions, City kalah 0-3 dalam tempat yang sama. Jadi saat Manchester City datang di Liverpool di hari Minggu, mereka bukan sekedar hadapi 11 pemain di pucuk permainan mereka; mereka hadapi lebih dari 50.000 orang supporter yang akan berteriak selama laga memberi desakan psikologis bikin tim tamu.

Yang kedua adalah Lini Belakang City Menderita Tanpa ada Laporte

Walau Liverpool tampil tanpa ada stoper jagoan, Joel Matip, kesetimbangan permainan posisi belakang The Reds tidak kelihatan labil. Beda kondisi dengan Man City yang kelihatan menanggung derita tanpa ada Aymeric Laporte yang tengah luka berat. Semenjak dihadirkan pada 2018, Laporte menjelma jadi bek kelas dunia yang sangat dihandalkan City. Dia pemain belakang yang diketahui mobil. Dapat dihandalkan untuk mengawali permainan dan sangat kuat, susah untuk dikalahkan.

Pep Guardiola serta teamnya sudah kehilangan enam point di liga musim ini sesudah luka pemain internasional Prancis itu. Dua kekalahan itu berlangsung waktu menantang Norwich City serta Wolves. Pikirkan di akhir minggu ini posisi pertahanan City akan hadapi Mohamed Salah, Sadio Mane, serta Roberto Firmino yang tengah on-fire. Walau Liverpool mempunyai pertahanan yang lebih lemah dari musim kemarin, perform The Reds naik diawalnya Premier League ini. Mereka cuma kehilangan point menantang Manchester United.

Leave a Reply