| by admin | No comments

Inilah Rahasia Dibalik Peran Pesantren Dalam Pembangunan Bisnis Di Tengah Masyarakat

Berita Terbaru – Indonesia mempunyai hampir kurang lebih 30.000 pesantren yang menyebar di seluruh Tanah Air. Mengenai seputar 80 prosentasenya ada di Pulau Jawa. Pesantren juga mempunyai kekuatan sdm (SDM) yang besar, baik dari jumlah atau kualitas.

Inilah Rahasia Dibalik Peran Pesantren Dalam Pembangunan Bisnis Di Tengah Masyarakat

Kekuatan ini bisa menggerakkan akselerasi pembangunan ekonomi serta wujudkan harapan Indonesia jadi pusat referensi ekonomi syariah dunia. Direktur One Pesantren One Product (OPOP) Pelatihan Center Mohammad Ghofirin mengutarakan bermacam cerita sukses pesantren dalam memaksimalkan peranannya, baik buat perekonomian atau kesejahteraan warga seputar.

Jadi contoh, Pesantren Istiqomah Al-Amin Lampung yang mempunyai jargon ‘Menyelesaikan Permasalahan jadi Maslahah, Permasalahan Berbuntut Hikmah’. “Dibuat di wilayah perkampungan, karena itu sumber pembiayaan operasional pesantren dalam penyelenggaraan pendidikan jadi salah satunya permasalahan besar yang muncul,” kata Ghofirin dalam seminar di acara Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) di Surabaya, Kamis (7/11/2019).

“Dalam soal ini, pesantren tidak dapat kenakan ongkos yang begitu tinggi buat beberapa santri sebab di kuatirkan malah akan mempersempit jangkauan pesantren dalam sediakan pendidikan buat warga di seputar pesantren,” ucapnya.

Pesantren itu memiliki taktik untuk menangani permasalahan ini, diantaranya melalui peningkatan pengembangan usaha budidaya ikan dengan cara bioflok, pendirian kopontren serta BMT, kerja sama juga dengan dinas serta asosiasi berkaitan untuk pelebaran usaha pesantren. Pesantren ini lakukan optimalisasi kekuatan SDM lewat rekonsilasi cara evaluasi santri sesuai kecerdasan dasarnya.

“Optimalisasi kekuatan SDM ini mempunyai tujuan untuk cetak santri-santri favorit yang bukan sekedar konsentrasi jadi pakar ceramah, tetapi dapat bertindak jadi motor penggerak roda perekonomian di warga,” papar Ghofirin. Ke-2, Pesantren Daarut Tauhid Bandung yang menggembangkan usaha dengan rumusan jika kerumunan jamaah dapat jadi kekuatan ekonomi.

Pesantren ini mengangkat jargon ‘Dari masjid untuk Indonesia yang Rahmatan Lil-alamin’. “Awal pembangunan Daarut Tauhid bermula dari tanah wakaf, serta karena pengendaliannya yang produktif, sekarang penerimaan Pesantren bisa sampai Rp 151 miliar per tahun yang datang dari pendidikan, pengendalian asset wakaf produktif serta dividen dari anak perusahan yang diurus.

Surplus pesantren sekarang seputar Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar per tahun,” jelas Ghofirin. Ada juga pesantren Daarunahdlatain Nahdatul Wathan Panchor Nusa Tenggara Barat (NTB). Pesantren ini terus bereksperimen untuk makin tingkatkan kemandirian pesantren.

Leave a Reply