| by admin | No comments

Serikat Buruh Akhirnnya Menyetujui Omnibus LAW

Berita Terbaru – Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian akui telah berjumpa dengan serikat buruh untuk mengulas Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Dia menyebutkan buruh sudah terima ketentuan yang berada di Omnibus Law itu. Airlangga menjelaskan, diskusi itu dikerjakan dengan 7 konfederasi serta 28 serikat buruh sampai 4 sampai 5 kali pertemuan.

Serikat Buruh Akhirnnya Menyetujui Omnibus LAW

Ia menyebutkan, sebagian besar barisan pekerja yang dibawa bicara sudah menyongsong baik gagasan pemerintah ini. “Pada prinsipnya hampir semua konfederasi terima omnibus law ini serta mereka menginginkan supaya diikutsertakan jadi partner diskusi,” tutur Airlangga selesai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Airlangga mengemukakan, penampikan serikat buruh yang awalnya berlangsung sebab ada info yang tidak sampai seutuhnya di mereka. Barisan buruh juga pada akhirnya punya pemahaman yang tidak sama tentang isi Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Salah satunya ketidaksamaan pemahaman itu berkaitan gaji minimal. Ada info jika gaji minimal berlaku untuk semua buruh. Walau sebenarnya, formulasi gaji minimal itu cuma untuk pekerja baru yang kerja kurang dari setahun.

“Jadi yang ditata untuk entry level tenaga kerja,” kata Airlangga. Disamping itu, Airlangga menyebutkan, beberapa pekerja akan mendapatkan program agunan kehilangan pekerjaan lewat ketentuan baru ini. Program itu adalah agunan baru yang datang dari BPJS Ketenagakerjaan. Program agunan kehilangan pekerjaan ini tidak akan gantikan pesangon yang diberi saat satu orang alami pemutusan jalinan kerja (PHK). “Jadi ini on top dibanding pesangon PHK,” katanya.

Airlangga pastikan melalui omnibus law ini akan ada elastisitas dalam jam kerja. Meskipun begitu, ia pastikan jika ketentuan lembur di luar 40 jam per minggu tetap berlaku. Massa buruh mengadakan tindakan di muka Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/1/2020). Mereka menampik omnibus law RUU Cipta Lapangan Kerja yang diusulkan pemerintah.

Menurut beberapa buruh, RUU Cipta Lapangan Kerja itu bikin rugi mereka. Ketua Biasa Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos menjelaskan perusahaan akan lebih gampang lakukan pemutusan jalinan kerja (PHK) pada buruh. “RUU Cilaka (Cipta Lapangan Kerja) akan permudah PHK massal. Serta beberapa karyawan masih yang telah beberapa puluh tahun mengabdi tidak terlepas dari ancamannya,” kata Nining.

Leave a Reply